Harapan Dan Tekat Dikalahkan Takdir

Harapan Dan Tekat Dikalahkan Takdir


Awenwu.id - Sarman adalah pria paruh baya yang menghabiskan waktunya untuk lebih giat belajar. Pria tamatan Universitas Ternama Ibu kota mencoba mencari pekerjaan pada sebuah perusahaan swasta terkemuka.

Pria yang kerap dipanggil oman itu hobby nya adalah meracau tentang susahnya kehidupan yang ia jalani. Masa-masa Kuliah oman penuh dengan konspirasi dan Cerita Fiktif tentang runtuhnya masa Kejayaan keluarganya.

Mendapat Nilai Tertinggi pada Pelajaran Ekonomi membuat oman mendapat posisi Strategis pada perusahaan tersebut. Bahkan bisa dikatakan perusahaan dimana oman bernaung merupakan Perusahaan yang memprakasai daerah Situbondo, Jawa timur.

Hari-hari oman hanyalah melihat sekumpulan angka-angka yang harus disusun dan direncanakan untuk melahirkan angka baru. Oman tampak bahagia berada pada perusahaan yang menunjangnya untuk memiliki karir yang bagus.

Namun kehidupan yang bahagia seperti itu tidak bisa bertahan lama. Benar saja, beberapa bulan kemudian Oman mendapatkan seorang rekan kerja. Dengan penuh kesabaran Oman pun mengajari anak baru tersebut , menelan ludah hingga berpura pura santai menunjukan betapa murninya pengorbanan Oman untuk memberikan Pelajaran.

Harapan Dan Tekat Dikalahkan Takdir


Sebut saja namanya Ikmal, Laki-laki muda yang berparas tampan dan kurus itulah yang menjadi rekan kerja Oman. Meskipun keduanya sering terlibat perselisihan kecil dalam pekerjaan, Namun mereka tetap mengakui satu sama lain.

Tak Butuh Waktu Lama, Oman pun merasa heran mengapa ikmal belakangan menjadi sangat tempramental , bahkan kepadanya pun ikmal sudah tidak merasa segan. Alhasil dengan rasa keingin tahuannya yang begitu besar, Oman pun mencari tahu apa alasannya.

Karena Oman adalah orang yang cepat akrab dengan seseorang , tak heran ia mempunyai banyak teman yang dapat diandalkan di perusahaannya. Usut punya Usut ternyata Ikmal adalah Keponakan Bos Perusahaan Oman bekerja.

Bagi Oman hal tersebut sangatlah wajar , namun Oman masih belum mengerti mengapa Ikmal Dapat Berubah seperti itu. Hari berganti hari hingga akhir bulan, Akhirnya Bos Besar Perusahaan Memberitahukan Akan Ada Manager Baru dalam Departmen Oman Bekerja.

Semua nya juga turut heran , Mengapa Anak Baru yang minim Pengalaman dapat diangkat menjadi Manager Baru dalam Departemen Pengelola Keuangan Perusahaan. Oman yang Merasa lebih pengalaman dan Banyak Tanggung Jawabnya merasa sangat tidak terpandang.

Oman Pun Berencana Untuk meninggalkan Perusahaan Tersebut, Dengan Penuh Kekesalan dan Kebencian Oman Bergumam Dalam Hati.

"Meskipun Perusahaan ini tidak melakukan Korupsi , Terlebih Para Pekerja Juga Menjunjung Tinggi Persaudaraan dan Saing Sehat (tidak Kolusi), Tetap Saja Nepotisme Masih berlaku. Untuk apa Saya Bekerja Kepada Perushaan yang tidak Mendedikasikan Kesejahteraan Terhadap Pelaku Suksesor Perusahaannya, Sangat Tidak Mempunyai Masa Depan!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox